Minggu, 27 Oktober 2013 By: Muthia Audina

TESTIMONI UJIAN TENGAH SEMERTER (UTS) ONLINE

Teman-teman pernah tidak membayangkan ujian yang dilaksanakan secara online? Wah, jika tidak. Ayo coba disaranin kepada gurunya untuk membuat ujian kamu dengan bantuan jaringan internet. Pasti pertanyaan selanjutnya setelah saya menyarankan seperti itu adalah "memang bagaimana rasanya kalau ujiannya online?" Wah, tidak akan ada rasanya jika tidak dirasa sendiri :) makanya, yuk pantengin terus sampai habis tulisan saya supaya agak tergugah dan penasaran sama apa yang saya rasakan.

Semua ini berawal dari dialog antara dosen mata kuliah Kreativitas dengan mahasiswa/i (tentu saja yang mengambil mata kuliah Kreativitas), tertanggal 24 Oktober 2013, tepatnya Kamis pagi. Nah, di hari itulah ditanyakan kepada kami semua (mahasiswa mk. Kreativitas), "metode apa yang kalian inginkan untuk UTS?"
Saya sontak (entahlah semuanya begitu atau tidak). Dengan tidak sengaja bicaralah hati nurani ini "mak, enak kali ujian bisa milih"
Lantas dialog pun semakin aktif (tetapi tidak sampai panas), ada sekitar belasan mahasiswa yang memilih ujian indoor, dan belasan mahasiswa memilih agar ujian outdoor. Hanya beda satu orang, tetapi ujian outdoorlah yang menang. Saya pun ber"hah dan yaa" dengan wajah ditekuk.

Akhirnya kesepakatan di atas mufakat telah diputuskan, yaitu ujian online dengan 3 soal essai kemudian waktu tenggang selama 3 hari.

Soal pertama langsung diberikan pada hari kamis itu juga, tetapi apalah daya yang tidak dapat mengalahkan rasa malas ini, saya tidak langsung mengerjakannya. Saya baru mengerjakan soal pertama di sore hari sekitar jam 16.00, kamu tahu teman berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk saya dapat menyelesaikan soal pertama? kalau saya tidak salah, ada 6 jam saya memikirkan, merangkai, membaca untuk merampungkan kata-kata menjadi kalimat sehingga selesailah saya menjawab soal pertama tersebut. Saya pun mengutuk diri ini, andai langsung dikerjakan tak seperti ini jadinya.

Setelah soal pertama telah usai saya kerjakan, sekitar pukul 02.00 AM (lebih kurang), saya mendapatkan soal kedua. Saya baca. Saya renungi kembali jawaban saya pada soal pertama. Jadi teman, soal pertama dengan soal kedua berkaitan (mungkin juga dengan nomor 3, pikirku). Saya langsung buru mengerjakan soal kedua, ternyata berstatus sama dengan nasib soal pertama, saya tetap menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk menyelesaikannya.

Soal ketiga pun saya terima, saya kerjakan dengan penuh semangat juang, ibarat pujungga memperjuangkan cinta sejatinya, apapun akan dilakukan. Alhamdulillah malam minggu selesai juga ujian mata kuliah Kreativitas.

Nah, setelah selesai semua soal saya kerjakan. Saya merenung sejenak, banyak sekali manfaat yang saya dapat dari ujian online ini. Mulai dari soal pakaian yang seharusnya pakai hitam putih, karena ujiannya online kita bisa bebas, mau tiduran, duduk tegak, menyandar dan hal-hal yang tidak memungkinkan kalau sedang ujian formal pada biasanya, tidak perlu seribet jika kita menghadapi ujian pada umumnya. Kemudian teman, jangan pernah takut kalau model soal ujiannya adalah essai, kenapa? karena soal essai dapat mengembangkan kreativitas, benar yang dibilang dosen pengampu mk. Krativitas, saya dapat bersemangat mengekspresikan jawaban-jawaban dengan penalaran da dibantu dengan buku pegangan. Kemudian saya berpikir lagi, bagaimana mungkin saya akan mengerjakan soal ujian dengan waktu yang berjam-jam jika ujiannya dilaksankan di dalam kelas. Syukurlah, ujiannya dilaksanakan di luar kelas, diberi waktu selam 3 hari. Memang luar biasa manfaat yang saya terima dari pengalaman pertama ujian online ini. 
Mungkin pengganggu selama ujian online adalah jaringan yang semberaut sama seperti jalanan macet, jadi lelet. Tetapi,tetap bersyukur juga, karena tidak via blog, melainkan email.

Pribadi yang dapat mengaktualisasikan diri adalah seseorang yang sehat mental, dapat menerima dirinya, selalu berinovasi, berfungsi secara total, berpikir demokratis serta kritis, dan sebagainya (Rogers Maslow).

Press yang peroleh dari eksternal, karena ujian adalah kewajiban, maka saya mengerjakannya prosedur ujian dengan syarat yang telah disepakati, dari dalam saya mendapat dorongan agar menghasilkan point-point cicilan nilai yang bagus untuk nilai akhir nanti, maka dari itu saya bersungguh-sungguh mengerjakan UST ini. 

Benar sekali yang dikatakan oleh Wallas (1926) bahwa ada tahapan proses dalam pembuatan ide kreatif, yaitu:
  • · Tahap persiapan, Saya mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban.
  •  Inkubasi, Kegiatan mencari dan  menghimpun data/informasi tidak dilanjutkan, saya berhenti sejenak, tetapi tidak lepas dari berpikir hal apa yang saya akan paparkan dalam jawaban saya.
  •   Iuminasi, Tahap timbulnya “insight” atau “Aha-erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru. Akhirnya saya dapat ide.
  •   Verifikasi, Tahap dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas, karena kejadian itu benar-benar saya alami, jadi saya dengan mudah menulis ulang.

nah, hasil akhir adalah saya dapat mengerjakan ujian dengan tepat waktu dan tentu pula jawaban yang saya paparkan tepat (menurut saya).

oke, UJIAN online (pertama kali)ini keren dan banyak manfaatnya.

0 comments:

Posting Komentar