Senin, 10 Juni 2013 0 comments By: Muthia Audina

TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN~LAPORAN OBSERVASI SEKOLAH TENTANG E-LEARNING


Tugas Psikologi Pendidikan : Observasi E-Learning

Kelompok 5


Eka Sartika                                        121301007
Riza Indri SriMetami Barus            121301011
Triana Hamidah                                121301017
Nanda Rizkita                                   121301025
Muthia Audina                                  121301029
Nuraini                                               121301067


A.    Identitas Sekolah
·         Nama Sekolah             : SMA NEGERI 13 MEDAN
·         Alamat Sekolah           : Jalan Brigjen Zein Hamid KM 7 Titi Kuning , Medan Johor,     Sumatera Utara  
·         Telpon                         : (061) – 7869928
·         Website                       : sman13-mdn.sch.id
·         Uang Sekolah              : Rp. 100.000,- / bulan
·         Konsep E-learning      : Online (koneksi internet dan Wi-Fi) dan offline (media presentasi)
·         Tahun e-learning         : 2009

B.     Uraian Aktivitas Observasi
·         Hari pelaksanaan         : Kamis, 23 mei 2013
·         Waktu pelaksanaan     : 08.00 – 11.00 wib (150 menit)
·         Pembagian Tugas        : Setiap dua anggota kelompok memasuki satu kelas
·         Narasumber                 : 
-     Muhammad Irfa Qodri               (Ketua OSIS)
-          Raden Ayu  E.P.                         (Wakil Ketua I)
-          Nia Adriani                                 (Wakil Ketua II)
-          Mhd Syariful Muharrami Hrp     (Sekertaris OSIS)
-          Nadhila Atika Putrie                   (Bendahara OSIS)

C.    Laporan Hasil Observasi
                               I.            Pendahuluan
SMA Negeri (SMAN) 13 Medan, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 13 Medan ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Pada tahun 2007, sekolah ini menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebelumnya dengan KBK. Berbagai fasilitas dimiliki SMAN 13 Medan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang dimiliki oleh sekolah ini sendiri diantaranya Ruang kelas, Lapangan Sepak bola dan Basket, Ruang UKS, Lapangan Voli, Perpustakaan, Kantin, dan Ruang Laboratorium (Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa, Komputer ).

                            II.            Landasan Teori
Sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dan media elektronik dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning. Teknologi informasi yang dimaksudkan sebagai sumber materi siswa dalam mengikuti pelajaran yang dapat dilakukan secara online maupun offline. Dimana sumbernya berasal dari website, internet, intranet, rekaman DVD maupun berupa slide melalui presentasi. Namun dewasa ini kebanyakan sistem e-learning yang digunakan di  sekolah maupun universitas adalah dengan media offline berupa presentasi materi yang dibawakan oleh beberapa orang dalam sebuah kelompok. Hal tersebut juga didukung oleh sumber informasi online dimana para pengajar bisa membagikan bahan materi maupun pengarahan melalui grup-grup di jejaring sosial. Ini membuat proses belajar mengajar menjadi semakin efisien dan dinamis.
Keuntungan menggunakan e-learning sendiri dalam proses belajar mengajar diantaranya :
·         Menghemat waktu proses belajar mengajar.
·         Mengurangi biaya perjalanan.
·         Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku).
·         Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
·         Melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Namun e-learning sendiri juga memiliki kelemahan jika siswa tidak bisa menemukan peran pentingnya dalam pembelajaran serta komunikasi yang kurang antara pengajar dan siswa maupun antar sesama siswa bisa memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar. Kelemahan lain yang dapat timbul yaitu :
- Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis (komersial).
- Berubahnya peran dosen atau guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan TIK.
- Proses belajar dan mengajarnya yang lebih cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
- Mahasiswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi.
- Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
- Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan internet.
- Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

                         III.            Objek Penelitian
Objek yang menjadi sumber observasi adalah siswa-siswi kelas X dan XI SMA Negeri 13 Medan khususnya para siswa kelas X-9, XI IPA-1, dan XI IPA-2.

                         IV.            Laporan Penelitian

-          Teori Belajar
Teori belajar yang diterapkan oleh sekolah ini sendiri yaitu Behavioral dan Kognitif Sosial. Maksudnya disini pengajar atau guru menerapkan sistem reward-punishment serta adanya self-regulated dari siswa sendiri berupa pengkontrolan diri sendiri tanpa harus diberikan reward dengan menggunakan cara-cara tertentu oleh siswa itu sendiri.

-          Orientasi belajar
Orientasi belajar yang digunakan pada sekolah ini masih menggunakan sistem TCL (Teacher-Centered Learning) dan SCL (Student-Centered Learning) dimana menggunakan prinsip cooperative learning yaitu dalam proses pembelajaran,tugas, soal serta materi masih diberikan oleh guru dan peran siswa mengerjakan serta mencari bahan materi tanpa harus dipresentasikan secara berkelompok melainkan melalui pendapat pribadi dari hasil materi yang didapat. Siswa dituntut untuk bernalar sesuai pemikirannya terhadap masalah ataupun materi yang diberikan.

-          Motivasi belajar
Motivasi yang ditanamkan oleh guru sendiri kepada muridnya yaitu Motivasi Ekstrinsik, karena disini peran guru sebagai pengingat dan juga pendorong dalam meningkatkan kemauan belajar siswanya, yang merupakan suatu rangsangan dari luar, dimana dorongan yang diberikan dalam aktivitas belajar tidak secara mutlak berhubungan dengan pelajaran tersebut.
Motivasi ekstrinsik sendiri juga dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti pemberian imbalan atau hukuman.

-          Manajemen Kelas
Setiap kelas rata-rata terdiri dari 40-46 orang dimana jumlah siswa yang semakin banyak pada suatu kelas dapat menurunkan daya konsentrasi dan semangat belajar serta motivasi yang diberikan. Ruangan kelas sendiri menggunakan gaya penataan auditórium, dimana  semua murid duduk menghadap guru.

D.    Rangkuman Hasil Observasi

1.      Rangkuman menurut Kelompok
Penerapan e-learning pada sekolah dapat memberikan keuntungan baik untuk siswa maupun guru atau pengajar, karena efektif dan efisien pada proses pembelajaran dimana akan sejalan dengan perkembangan teknologi. Disini e-learning sekolah dapat menghemat biaya pendidikan khususnya pada pengadaan buku, peralatan praktek belajar dan infrastruktur alat tulis. Di lain hal, dapat menghemat jam pengajaran guru kepada siswanya sehingga aktivitas sehari-hari tidak terserap sepenuhnya oleh kegiatan sekolah, penguasaan guru terhadap teknologi menjadi semakin berkembang, serta guru dan siswa dapat menyesuaikan metode pengajaran dan pembelajaran sesuai dengan konsep e-learning (apakah otoritatif atau demokratis).
Materi diberikan melalui presentasi slide dimana guru sebaiknya menambahkan animasi atau gambar yang membuat isi slide terkesan tidak terlalu monoton.
Manajemen kelas sendiri pada sekolah tersebut kebanyakan menerapkan gaya auditórium sehingga perlunya pengubahan penataan kelas kemungkinan dapat meningkatkan motivasi siswa pada pelajaran.

2.      Rangkuman Pribadi
Sistem belajar e-learning sangat penting diterapkan dari dini. Karena pendidikan dengan sistem yang seperti ini merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan yang diperlukan pesrta didik itu sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Lalu memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Serta pendidikan perlu menyiapkan manusia yang mampu menjawab tantangan global. Dan tidak akan menutup kemungkinan sistem e-learning ini akan berdampak positif terhadap teori belajar dan motivasi belajar peserta didik.
Berdasakan hasil observasi kami di SMA NEGERI 13 MEDAN, konsep e-learning masih semi, dengan kata lain sistem ini masih diterapkan tidak seutuhnya. Karena ada pelajaran-pelajaran tertentu yang hasilnya akan tidak efektif dan efisien jika menggunakan sistem e-learning ini, pada umumya seperti pelajaran yang berbau eksak, misalnya bidang studi matematika. Tetapi pendapat-pendapat atau ide-ide yang dilontarkan oleh siswa akan ditrerima oleh guru dengan senang hati.

E.     Testimoni Tentang Perencanaan dan Proses Observasi

Muthia Audina*121301029~Ada banyak kesan-kesan yang tercipta dengan sangat natural pada saat proses observasi, bahkan sebelum menuju hari H juga ada sesuatu yang menjadi salah satu pembelajaran, dan inilah pengertian sesungguhnya belajar itu. Sebelum hari observasi diputuskan, sangat banyak pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan, sempat tertunda. Kita tidak bisa menjadi manusia yang mengagungkan ego untuk sebuah karya yang notebenenya adalah salah satu tugas kelompok, ini bukan sekedar menyamakan persepsi, tetapi melatih untuk mendengarkan orang lain, dan mencari jalan keluar yang hasil fixnya tidak akan merugikan satu sama lain. Inilah urgensi dari kerja kelompok, hasil akan ditanggung bersama, dan tidak ada yang tidak memiliki resiko ketika kita memutuskan sesuatu untuk menjadi pilihan kita.
Setelah melewati begitu banyak proses belajar, akhirnya terlaksana juga observasi pendidikan kami di SMA NEGERI 13 MEDAN. Menemui wajah-wajah baru, mendapatkan ilmu-ilmu kehidupan. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan kami kesempatan dan melancarkan proses ovservasi ini. Terimakasih untuk semua yang berpartisipasi dalam membantu pembuatan tugas observasi mata kuliah Psikologi Pendidikan ini, sehingga terpampang nyata dan telah selesai dihadapan Anda. Khususnya Ibu Filia Dina Anggaraeni yang dengan senantiasa membimbing, mengarahkan, serta menghadapkan kami untuk sesuatu pengalaman yang baru, benar-benar baru, dosen-dosen pengampuh mata kuliah pendidikan lainnya,  lalu bapak Aswan yang dengan senang hati membuatkan surat untuk keberlangsungan observasi kami ini, pihak sekolah SMA NEGERI 13 MEDAN yang bersedia menjadi objek observasi kami, dan makhluk-makhluk Tuhan lainnya yang tidak akan tersebutkan satu per satu di sini.
Eka Sartika*121301007~Pelaksanaan observasi kelompok kami sempat tertunda beberapa hari dikarenakan mencari waktu yang tepat dan tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah. Tapi akhirnya, mau tidak mau harus ada yang dikorbankan. Selama pelaksanaan observasi, saya cukup senang karena ini adalah pertama kalinya saya melakukan observasi dan dilakukan di luar kampus. Awalnya, saya merasa sangat canggung berhadapan dengan pihak sekolah dan siswa-siswi SMA Negeri 13 Medan. Dan saya bisa mengatasinya karena pihak sekolah dengan senang hati menerima kami. Selain itu, selama proses observasi, siswa-siswi SMA Negeri 13 Medan sangat kooperatif. Saya mengucapkan terima kasih kepada SMA Negeri 13 Medan yang telah membantu dalam penyelesaian tugas Psikologi Pendidikan , yaitu observasi mengenai penggunaan E-Learning.
Riza Indri Sri Metami Barus1*121301011~Pengalaman observasi pertama ke sekolah SMA NEGERI 13 Medan  kali ini sedikit berbeda yang biasanya saya sebagai murid disana kali ini menjadi senior yang dating. Hehehe .   Awalnya, saya merasa sedikit malu dengan  siswa/i SMA Negeri 13 Medan. Dan akhirnya saya terbisa karena siswa/i disana sangat saling  menghargai kami . mereka juga dengan senang hati untuk menerima kami. Saya dan kelompok saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh SMA 13 Medan, terutama staf-staf guru, kepala sekolah, dan siswa/i yang membantu kami dalam menyelesaikan tugas Psikologi Pendidikan.
Triana Hamidah*121301017~Pelaksanaan observasi kelompok kami sempat tertunda dikarenakan jadwal yang bertabrakan dengan mata kuliah, sehingga pada akhirnya mengorbankan absensi kelas. selama pelaksanaan observasi, saya cukup canggung karena ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti kegiatan observasi, lambat laun kecanggungan saya itu hilang dikarenakan keluarga SMA N 13 Medan sangat kooperatif terhadap kami. saya juga  dapat belajar dari hal ini. saya berterima kasih terhadap SMA N 13 Medan yang sudah membantu saya dan teman - teman saya dalam menyelesaikan tugas Psikologi Pendidikan, yaitu observasi mengenai penggunaan E-learning.
Nanda Rizkita br Milala*121301025~Pelaksanaan observasi beberapa hari yang lewat yang lalu sangat menyenangkan, walupun ada sedikit masalah dijam kuliah yang bentrok dengan pelaksanaannya, tapi itu tak masalah buat kelompok kami. Sesampainya di SMA 13 Medan kami lagsung di berikan kesempatan untuk mengobservasi dalam kelas. Awalnya, saya merasa sedikit malu dengan  siswa/i SMA Negeri 13 Medan. Dan akhirnya saya terbisa karena siswa/i disana sangat saling  menghargai kami . mereka juga dengan senang hati untuk menerima kami. Saya dan kelompok saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh SMA 13 Medan, terutama staf-staf guru, kepala sekolah, dan siswa/i yang membantu kami dalam menyelesaikan tugas Psikologi Pendidikan.
Nuraini*121301067~Selama saya melakukan observasi, saya bisa tahu hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan ketika hendak memulai observasi tersebut, etika serta yang harus dilakukan ketika mengobservasi objek tsb. Hal-hal yang diobservasi juga menuntut ketelitian dan focus. Disamping itu saya juga senang ketika melakukan observasi tsb, karena saya bisa merasakan suasana kelas saat SMA sehingga semakin meningkatkan mood saya terhadap observasi yang dilakukan. 

F. Dokumentasi












Buah-Buahan yang Baik untuk Kesehatan Terutama bagi yang Mau Diet



Buah-Buahan yang Baik Untuk Kesehatan Terutama Bagi yang Mau Diet
Salah satu program diet yang aman bagi tubuh adalah diet dengan lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah segar. Program ini jauh lebih baik karena dari sayuran dan buah segar banyak ditemukan fiber atau serat sebagai komponen makanan yang penting untuk diet. Konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah tinggi itu dapat pula menghindarkan manusia dari serangan jantung dan kanker.
Berikut 10 Buah-Buahan yang Bermanfaat Bagi Kesehatan dan Kandungan Nutrisinya:
1.Apel
Apel mengandung karbohidrat terutama ketika sedang tumbuh dan kaya pectin (sejenis serat). Apel mengandung flavonol yang disebut quercetin yang dalam beberapa penelitian memiliki bahan antikanker. Quercetin juga mengandung bahan antiradang sehingga bermanfaat bagi penyakit seperti arthritis. Sedangkan kandungan gizinya, apel mengandung vitamin C tapi tidak sebanyak buah jeruk.

2. Stroberi
Stroberi mengandung ellagic acid sebagai antioksidan. Dalam beberapa penelitian ellagic acid terbukti dapat menghalangi pertumbuhan tumor dalam paru-paru, osephagus, payudara, cervix dan lidah. Sebagai obat tradisional, stroberi diyakini memiliki antibakteri dan digunakan sebagai pembersih sistem pencernaan. Stroberi banyak mengandung vitamin C.
3.Pisang
Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang dibutuhkan untuk membuat serotonin dalam otak. Serotonin berfungsi mengurangi rasa sakit, menekan nafsu makan, dan membuat merasa relaks dan mengurangi ketegangan. Sebagai obat tradisional, pisang digunakan untuk menyembuhkan bisul perut. Tidak seperti buah-buahan lain, pisang mengandung banyak karbohidrat, sedikit mengandung karotin dan vitamin C namun kaya potasium.



4.Melon
Melon mengandung gula yang tinggi dan lycopene yang berfungsi sebagai antikanker. Melon merah dan oranye juga mengandung carotenoid yang dapat melindungi sel tubuh terhadap kerusakan free radical dan dapat juga diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Melon merupakan sumber carotenoid dan juga mengandung vitamin C.
5.Jeruk
Jeruk mengandung phytochemical yang disebut hesperidin yang berfungsi sebagai antioksidan. Jeruk juga sumber pectin yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan termasuk buah rendah serat namun sumber vitamin C dan folate.

6.Mangga

Mangga mengandung carotenoid yang disebut beta crytoxanthin, sebuah antioksidan yang dapat melindungi terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker tulang tengkuk. Mangga termasuk buah yang kaya carotenoid, serat, dan vitamin C.

7.Kiwi


Kiwi mengandung pigmen yang disebut chlorophyll yang memberikan buah tersebut warna hijau. Kiwi dapat diubah menjadi sebuah senyawa yang memiliki kemampuan mengikat kanker. Satu buah kiwi sudah cukup untuk memenuhi persyaratan konsumsi vitamin C orang dewasa.

8.Plum

Plum mengandung phytochemical yang disebut ferulic acid, yang memiliki senyawa antikanker. Penelitian menujukkan banyak konsumsi ferulic acid dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Plum merupakan buah yang kaya serat dan potasium.




9.Anggur


Kulit anggur mengandung phytochemical yang disebut resveratrol yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, antikanker, antibakteri, dan mengandung antioksidan. Anggur memiliki kandungan serat dan vitamin C yang rendah.

10.Nanas


Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki kemampuan untuk menguraikan protein. Nanas sering dipakai sebagai bahan pelunak daging selain berguna membantu pencernaan, menguraikan pembekuan darah, mencegah sinusitis, dan infeksi saluran kencing. Nanas merupakan sumber vitamin C dan serat serta mengandung kadar gula yang tinggi.

Sabtu, 01 Juni 2013 0 comments By: Muthia Audina

STUDI KASUS TENTANG GENDER

STUDI KASUS

Sejak lahir saya selalu diberi pakaian wanita oleh Ibu, tentu saja saya tahu dari foto-foto saya yang sudah memudar lembar per lembarnya. Kalau saya ingat-ingat belasan tahun lalu, tepatnya ketika saya tiga tahun, permainan saya itu cenderung permainan yang dimainkan oleh wanita. Dulu saya sempat tergiur dengan permainan yang dimainkan lawan jenis saya, tetapi Ibu marah sekali ketika mengetahui fakta yang tak terpungkiri itu, jelas saya memang bermain mainan mereka, saya dengan mereka bermain bersama. Astaga, betapa meruaknya marah Ibu, saya tak pernah menyangka itu sebelumnya. Kakak saya juga berjuang bersama Ibu, berusaha menyuapkan marahnya kepada saya. Seketika itu, saya tidak terima. Saya juga kesal. Mengapa saya dilemparkan kemarahan? Mengapa? Tetapi, Ibu dan kakak saya langsung memberikan feedback atas perlakuan yang saya lakukan. Sejak itu, saya berpikir dan mulai memahami permainan-permainan apa saja yang boleh dimainkan oleh wanita, juga pria. Saya juga mulai merasa ingin tampil lebih cantik dari kakak-kakak saya, saya sering melihat rupa saya di cermin sambil menyisir rambut saya. Tidak jarang, saya suka memperhatikan Ibu saya, kakak saya sedang berdandan, memakai bedak,  pelapis yang diberi di bibir, penghitam bulu mata dan sebagai-bagainya, padahal sesungguhnya saya benar-benar tidak mengerti apa-apa yang digunakan mereka, terbersit di dalam hati saya untuk meniru mereka  dalam berpenampilan layaknya seorang wanita. Lalu, saya sering meramaikan dapur ketika Ibu memasak, pegang sana-sini, potong ini-itu.

Penjelasannya:

Pada usia dua atau tiga tahun, seorang anak sudah mengenali jenis kelaminnya sendiri dan ditunjukkan melalui perilakunya dalam bermain, misalnya anak wanita lebih cenderung memilih bermain boneka daripada anak pria. Pada usia tujuh tahun, ketika anak memasuki tahap concrete operational, barulah anak dapat benar-benar mengerti konsep yang stabil mengenai perbedaan gender. Study kasus di atas termasuk ke dalam identitas gender menurut Teori Social Learning, Albert Bandura mengatakan bahwa anak-anak mempelajari identitas gender mereka dengan mengamati orang dewasa dan saudara yang lebih tua serta penguatan dan hukuman mengenai perilaku gender mereka. Maksudnya adalah, anak-anak cenderung meniru perilaku dari pria maupun wanita, tetapi orang tua dan lingkungan sosial lah yang mengarahkan mereka dengan adanya penguatan untuk peran gender yang benar dan hukuman untuk yang salah. Teori Social Learning menyatakan bahwa peran gender bukan sesuatu yang diturunkan secara biologis, melainkan dipelajari dari masyarakat.


Senin, 20 Mei 2013 0 comments By: Muthia Audina

STRESS~STUDI KASUS

Salah satu sumber stress adalah konflik. Konflik/masalah dapat timbul ketika dua atau lebih tujuan tidak tercapai karena saling mengganggu. Ada dua kata kunci yang digunakan dalam konflik ini, yakni approach (kita mendekati apa yang kita inginkan) dan avoidance (kita menghindari). Ada empat jenis dari konflik, yaitu:
1)      Approach-approach conflict
Pada konflik ini, seseorang harus memilih satu dari antara dua pilihan yang positif yang keduamya memiliki nilai yang sama. Misalnya, kemarin saat libur semester satu, tepatnya bulan Januari akhir, yang lumrahnya ketika libur telah tiba, mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari daerah atau kota lain akan pulang ke tempat asal mereka masing-masing. Tetapi, pada waktu itu juga akan diadakan rapat koordinasi MPMF bersama PEMA dan Dekanat. Rapat diadakan tanggal 30 Januari 2013, sedangkan ujian telah usai sejak 24 Januari 2013. Pilihan yang sangat sulit buat saya, di satu sisi saya sudah tidak tahan lagi ingin berjumpa dengan ibu saya, lalu di satu sisi, saya harus berkomitmen dengan organisasi yang saya pilih sendiri. Pada saat itu benar-benar menyita pikiran saya, menjadi masalah bagi saya sehingga menyebabkan sulit tidur, cemas, dan akhirnya menimbulkan stress.
2)      Avoidance-avoidance conflict, pada konflik ini seseorang harus memilih satu dari dua atau lebih pilihan yang negatif.
3)      Approach-avoidance conflict, seseorang yang mengalami konflik ini harus memilih salah satu dari dua pilihan yang jika memilih yang positif maka hasil dampak yang negatif juga akan diperoleh. Contohnya, Desember lalu saya diajak oleh teman saya untuk bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang marketing. MLM sering disebut-sebut, Multi Level Marketing. Jadi, perusahaan ini “katanya” adalah perusahaan yang tepat untuk mahasiswa yang ingin mengumpulkan uang dengan cepat dan tidak akan mengganggu jadwal kuliah. Sebenarnya memang baik dan sangat positif ketika mahasiswa sudah memikirkan masa depannya, tidak membuang-buang waktu dengan percuma dan giat bekerja. Tetapi jika saya memilih untuk bergabung, maka dampak negatif juga akan menimpa saya seperti: saya harus mengeluarkan uang saya dengan jumlah yang tidak sedikit, kemudian saya harus merelakan waktu saya untuk mencari orang-orang yang ingin menjadi bawahan saya, dan itu akan sangat mengganggu waktu kuliah saya dan saya akan berharap untuk sesuatu yang tidak pasti yang kemungkinannya sangat tipis.
4)      Multiple approach-avoidance conflict, pada konflik ini, kedua pilihan masing-masing  akan memiliki dampak positif dan negatif.

Cara terbaik mengatasi stress adalah effective coping dan ineffective coping. Di sini saya akan membahas bagaimana effective coping akan mengatasi stress. Effective coping adalah metode yang efektif untuk mengatasi stress baik menghapus sumber stress atau mengontrol reaksi kita terhadap hal itu.
a)      Removing stress, menghapus stress dari kehidupan kita. Ketika saya bemasalah dengan teman saya, saya akan menanyakan dan berdiskusi tentang masalah kita kepadanya. Semua akan dikupas dengan tajam, dibicarakan dengan baik-baik, dengan kepala dingin, saling memperbaiki diri masing-masing, kemudian mengatakan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh saya maupun teman saya tersebut. Dengan begini, masalah akan clear. Stress akan menurun atau hilang.
b)      Cognitive coping, penilaian ulang terhadap suatu masalah yang mengakibatkan kita stress. Mengacu pada perubahan dalam cara kita berpikir tentang masalah yang beteman dengan kita. Sebagai contoh, ketika saya tidak menjuarai Olimpiade Sains Nasional (OSN) Biologi untuk tingkat SMA. Saya tidak merasa berkecil hati dan putus asa, walaupun saya hanya mendapatkan peringkat kedelapan. Saya berpikir bahwa kerja keras saya yang kurang untuk ajang itu, mungkin saya harus lebih banyak menyisakan waktu saya untuk fokus belajar, mengurang waktu tidur saya, lebih banyak berdoa. Saya berpikir, mungkin rencana Tuhan akan indah pada saat yang ditentukan nantinya, dan tidak pada saat saya mengikuti olimpiade tersebut. Dengan begitu saya akan mengurangi resiko stress yang akan melanda saya ketika impian saya tidak terwujud.
c)      Managing Stress Reactions, mengelola reaksi psikologis dan fisiologis kita ketika menghadapi stress. Ketika saya memutuskan untuk sendiri, tidak ada teman dekat yang tidak biasa, tidak ada hubungan yang spesial dengan lawan jenis. Jujur pada saat itu saya sedikit mengalami masalah, dan itu adalah suatu keadaan yang menekan atau mengganggu saya. Tetapi, saya tidak ingin berlarut-larut dalam masalah yang tidak jelas dan tidak penting. Untuk mengatasi stress itu, saya memilih untuk berkontribusi pada organisasi-organisasi yang ada di kampus. Lebih dekat dengan Tuhan, dan tidak jarang saya menghabiskan waktu saya untuk memasak, membaca buku atau novel. Dengan kata lain saya mencari kesibukan saya, menyenangkan saya dengan hobi saya untuk mengatasi stress yang saya alami itu.